Cantik

Keindahan, ada 3 keindahan mutlak disini yaitu fisik, moral, dan cara berfikir. 
Fisik yang indah merupakan salah satu daya tarik tersendiri, itulah yang dipandang pertama kali oleh siapapun, moral, apabila moral kamu indah maka kamu memiliki daya tarik yang semakin kuat dan tingkah laku, perkataan, selalu hal yang indah yang dikeluarkan, kesopanan dalam bertindak, kesopanan dalam berucap, merupakan keindahan yang akan menjaga diri kita maka tidak sembarang orang yang akan berani mendekati kamu. 
Cara berfikir yang indah atau cemerlang, akan sangat berguna karena tanpa cara berfikir yang indah kamu bisa saja bertindak sangat berhati-hati dan itu akan menjadikanmu semakin lambat dalam berbuat, kamu memiliki pola berfikir yang indah itu akan sangat bermanfaat dan akan selalu menjaga setiap langkah jalanmu. 

Kamu akan sempurna apabila memiliki 3 keindahan itu.

Facebook iOS app updated with new messaging features, multiple photo sharing, & Facebook Gifts

Originally posted on 9to5Mac:

Update: As noted by commenters below, you might want avoid this 5.1 update. It appears to have made the app unusable for some.

Update 2: Facebook gave us this statement: 

Facebook found the issue and have addressed it server side. It should be working fine as of 30 minutes ago.

Facebook updated its iOS app today to version 5.1 with a number of new features including the ability to send real “Facebook Gifts” (for U.S. users)—a feature previously only available through the desktop app. There are also a few new messaging and sharing features included:

• Swipe left anywhere in the app to quickly see who’s available and send a message
• Add friends you message most to the top of your Favorites
• Share multiple photos fast
• Give real gifts to your friends using Facebook Gifts (US-only)
• When sending messages, see who’s active so you and your friends…

View original 7 more words

Selamat Jalan Steve Jobs, i Sad

18-kalimat-inspiratif-dari-steve-jobsBerita Kematian Steve Jobs seperti yang telah saya duga, telah menimbulkan kehebohan dan duka mendalam terutama bagi dunia bisnis IT, namanya bahkan terus menjadi Trend di mesin pencari Google dan Yahoo!, juga forum dan milis milis lainnya.

Banyaknya ucapan dukacita yang mengiringi kepergian Steve Jobs, mulai dari Presiden AS hingga kompetitornya, membuktikan sosok dia yang fenomenal. Dalam pernyataan resminya, Barack Obama dan Michele menyampaikan dukacita kepada keluarga Jobs. Pesaing utamanya, pendiri sekaligus pemilik Microsoft Bill Gates pun ikut menyatakan belasung kawa.
foto-mengenaskan-steve-jobs-pasca-mundur

Saya yakin bahkan sudah banyak media Online dan Blog yang mengulas tentang kilas balik kehidupan Steve Jobs, lantas kenapa Dia dianggap sebagai Tokoh penting dan ada rasa kehilangan sekali. Ini karena Steve Jobs identik dengan Apple dengan produk-produknya yang monumental seperti Macbook, Ipod, Iphone, dan Ipad. Padahal Steve Jobs bukanlah penemu alat musik digital, telepon pintar, dan komputer tablet, tetapi, di tangan dia karya-karya teknologi tersebut menjelma menjadi karya seni yang tak hanya disukai, tapi juga bersahabat dengan semua orang. Kecanggihan teknologi komputer dan gadget diredesain dengan cita rasa estetika yang tak hanya menarik, tapi juga seolah berpadu dengan siapa pun yang memilikinya. Seolah ada ikatan spiritual antara gadget dan pemiliknya.

268087-steve-jobs-returnsAdalah fakta yang mungkin orang bosan mendengarnya bahwa Jobs merupakan seorang inovator besar yang dapat mendorong penciptaan banyak teknologi yang kita gunakan pada abad ke 21. Tanpa Steve Jobs dan Apple, Microsoft tidak akan berkembang besar seperti
sekarang. Bill Gates tidak akan memiliki inspirasi membuat Windows.

Jobs punya perhatian besar pada detail. Ia memiliki 300 paten yang terdaftar dengan namanya. Ia memaksa orang untuk bekerja lebih keras dan melebihi kemampuan mereka. Ia juga tak menoleransi kesalahan karena ketika ia ingin menciptakan produk, ia ingin itu menjadi sesuatu yang sangat hebat.

Terpaku pada Windows Dengan bertolak dari itu, Microsoft tak memiliki semangat inovasi yang dimiliki Steve Jobs. Itulah yang membuat Microsoft gagal. Platform Windows menjadi penghalang besar bagi Microsoft untuk berinovasi karena semua proyek baru yang diciptakan bertumpu pada Windows.

Seluruhnya bergantung pada tim Windows. Jika tim tersebut tidak menyukainya, proyek itu tidak bisa berjalan. Jika kita melihat dengan teliti bagaimana sebuah sistem kerja hierarki di sana. Semua hanya tentang Windows, bahkan Microsoft’s CEO Steve Ballmer mengatakan strateginya ialah menerapkan Windows di mana saja.

Ketika Microsoft merilis Windows Mobile pada awal 2000, mereka memaksakan konsep Windows pada dekstop untuk diaplikasikan pada ponsel. Tentu saja itu menjadi kegagalan besar karena pengguna lebih memilih sistem operasi Symbian dan Blackberry yang khusus dibuat untuk ponsel.

Microsoft juga telah memiliki tablet jauh sebelum Apple mengeluarkan Ipad. Namun, tak banyak yang membelinya karena lagilagi Microsoft memaksakan sistem operasi Windows pada dekstop untuk perangkat non-PC.

Perbedaan Apple dan Microsoft adalah juga perbedaan Steve dan Bill Gates yaitu Jobs = Simple vs Gates = Kompleks

stevevsbillPerbedaan Steve Jobs dari inovator lainnya adalah di sisi taste of arts. Dalam sebuah wawancara di dokumenter PBS yang berjudul “Triumph of the Nerds” dia berkata bahwa dia tidak masalah dengan kesuksesan dari Microsoft. “The problem is, they don’t have taste,” katanya. Itu dia bedanya. Maka bisa kita lihat perbedaan produk Microsoft dengan Apple.

Dalam wawancara dengan Andy Hertzfeld (salah seorang pengembang awal dari Macintosh) di NerdTV, Andy menceritakan bahwa Steve Jobs merasa kurang enak dengan kata-katanya tersebut. Kemudian Steve menelepon Bill Gates. “Maaf, saya mengatakan itu di TV. Seharusnya saya tidak mengatakan hal itu di TV.” Kemudian dia lanjutkan,

“but, it’s true you have no taste!” Ha ha ha.

Kemudian Steve Jobs dan Bill Gates berdebat mengenai hal tersebut. Bill Gates berkata bahwa meskipun dia tidak punya taste, bukan berarti Microsoft tidak punya taste. Jadi Bill Gates mengaku tidak punya taste?

Kegilaan Steve Jobs dengan desain yang bagus tercermin dalam produk yang dia hasilkan semenjak jaman komputer Apple II, kemudian ke Macintosh (meskipun ada cerita rame di belakangnya), ke NeXT computer dengan NeXTstep OSnya, ke iPod, dan terus tidak ada hentinya. Apple II merupakan komputer pertama yang memiliki form factor yang didesain untuk produk konsumer. Sebelum-sebelumnya, komputer hanya dibuat dalam kotak saja. Kemudian kita lihat komputer NeXT yang berbentuk kubus (cube) dengan monitor yang memiliki alas kaki yang tipis. Demikian pula dengan iPod yang mulus. Semua desainnya menunjukkan kesederhanaan (simplicity).

Kesukaan Steve Jobs akan seni ini sudah ada sejak dia lahir, tapi ada jalur kehidupannya yang membuat dia menjadi demikian. Dalam “commencement speech” di Stanford University tahun 2005, Steve Jobs menceritakan pengalaman hidupnya. Salah satunya adalah pengalaman dia drop out dari sekolah. Reed College, tempat dia sekolah dulu, merupakan salah satu sekolah yang terbaik dalam bidang kaligrafi di Amerika. Karena tidak ada kerjaan, maka Steve Jobs mengikuti kuliah kaligrafi ini. Dia belajar mengenai serif dan sans-serif typeface, jarak antara karakter, dan hal-hal yang membuat tipografi indah. Hal ini yang mempengaruhi dia ketika dia membuat komputer Macintosh, komputer pertama yang memiliki tipografi yang indah. Kalau saja dia tidak mengikuti kelas kaligrafi tersebut (dan mungkin kalau saja dia tidak drop out) maka mungkin kita tidak akan punya komputer yang memiliki tampilan yang indah. Poin saya, Steve Jobs memang menyukai keindahan.

Steve Jobs mengatakan bahwa kalau kita membuat produk dengan passion, maka pengguna produk tersebut dapat merasakan adanya spirit tersebut. Maka dia menuntut hal tersebut dari developernya.

Apa yang diwariskan Jobs kepada dunia? Yang paling mendasar adalah kreativitas, inovasi, dan kekuatan daya pikir.

Banyak kalangan kagum seka ligus bertanya-tanya, mengapa pemutar musik digital, telepon pintar, dan komputer tablet yang sebelumnya sudah ada tapi ketika Apple meluncurkannya bisa jauh lebih sukses di pasaran ketimbang produk serupa yang dikeluarkan perusahaan lain.

Penyebabnya, karena di era kecepatan informasi seperti sekarang, banyak kalangan, baik individu maupun korporasi, bahkan juga negara, sangat menghargai inovasi yang lahir dari kreativitas dan kekuatan daya pikir.

Inovasi adalah kunci bagi kemajuan berbagai bidang, termasuk perekonomian yang menjadi penopang hidup seluruh umat manusia.

 

http://asrul.blogdetik.com/

 

 

8 Perbedaan PC dan Mac

 
 
 
 
 

 

 

KOMPAS.com – PC dan Mac telah menjadi dua platform yang saling bersaing selama puluhan tahun. Hampir selama itu pula PC telah menjadi pilihan utama untuk konsumen karena developer aplikasi lebih banyak membuat software untuk sistem operasi Windows yang dipakai PC.

Akan tetapi, beberapa tahun terakhir hal tersebut mulai berubah. Kini, sebagian besar aplikasi Windows juga tersedia untuk sistem operasi Mac OS yang dipakai oleh platform komputer buatan Apple tersebut.

Dengan semakin tipisnya perbedaan Windows dan Mac OS, beberapa konsumen mungkin semakin bingung memilih di antara dua jenis platform komputer ini, terlebih lagi dengan akan diluncurkannya Windows 8 pada Oktober nanti.

Nah, untuk membantu memilih, berikut ini delapan perbedaan terpenting antara PC dan Mac yang bisa dicermati sebelum menjatuhkan pilihan.

1. Apple menonjolkan keindahan produk-produknya
apple-prides-itself-on-design  
(Gambar: Business Insider)

Hal yang satu ini tak bisa dipungkiri: produk-produk Mac memang indah di mata. Apple memang sangat mempedulikan tampilan dari komputer Mac, baik seri iMac, Power Mac, maupun laptop MacBook. 

Sementara itu, tampilan PC bergantung pada vendor komputer yang membuatnya. Penampilan antar merek bisa berbeda-beda. Biarpun begitu, ada pula PC yang sedap dipandang, seperti misalnya Ultrabook terbaru bikinan Dell.

2. Software Windows lebih banyak
windows-has-software-that-is-more-widely-available  
(Gambar: Business Insider)

Meski kesenjangan jumlah aplikasi telah mulai menipis, Windows tetap memiliki lebih banyak software dibandingkan Mac. Salah satu jenis aplikasi yang paling menunjukkan hal ini adalah game, di mana kebanyakan dibuat untuk platform Windows. 

Beberapa program pun berjalan lebih baik di Windows. Contohnya seperti Microsoft Office for Windows yang memiliki fitur dan fungsionalitas lebih banyak dibandingkan versi Mac. 

3. Mac lebih mahal
you-get-better-customer-support-with-a-mac  
(Gambar: Business Insider)

Secara umum, produk-produk Mac cenderung lebih mahal dibandingkan PC yang spesifikasi teknisnya  setara. Bahkan laptop tipis jenis Ultrabook (yang berbasis Windows) pun ada yang lebih murah beberapa juta rupiah dibanding MacBook Air.

Di puncak hirarki produk laptop Apple bertengger MacBook Pro with Retina Display yang super mahal. Harganya dipatok mulai 2200 dollar AS atau sekitar Rp 21 juta

4. PC adalah pilihan yang lebih baik untuk bermain game
windows-is-better-for-hardcore-pc-gamers  
(Gambar: Business Insider)

Seperti disebut sebelumnya, aplikasi game lebih banyak ditemukan di Windows. Bukan hanya itu saja, komputer PC sebagai basis hardware Windows pun lebih terbuka dan gampang dimodifikasi. Misalnya, pengguna bisa dengan mudah meng-upgrade kartu grafis atau menambah kapasitas RAM agar game berjalan lebih lancar.

Sebaliknya, Mac tidak bisa menyaingi PC dalam hal gaming. Untuk memperoleh Mac dengan spesifikasi yang bisa diandalkan untuk main game, pengguna harus merogoh kocek sangat dalam.

5. Penampilan Windows dan Mac OS berbeda, tapi keduanya mudah dipakai
the-two-operating-systems-look-different-but-are-still-easy-to-use  
(Gambar: Business Insider)

Pengguna PC yang beralih ke Mac untuk pertama kalinya mungkin dibuat bingung dengan user interface Mac OS yang berbeda dengan Windows. Akan tetapi, setelah menggunakannya untuk beberapa lama, akan terasa bahwa cara kerja Mac OS mirip dengan WIndows.

Tombol “Start” Windows, misalnya, sedikit banyak bisa diwakili oleh icon “Finder” pada Mac OS yang akan menampilkan semua program, dokumen, dan file lainnya yang ada di komputer Mac. 

Mac OS memiliki kelebihan dalam hal bundel software, di mana sistem operasi ini datang dengan berbagai macam aplikasi berguna seperti iPhoto, Mail, Garage Band, iMovie, dan banyak lagi.

6. Mac cenderung lebih aman dari ancaman malware

macs-tend-to-be-safer-against-malware-and-viruses  
(Gambar: Business Insider)

Dibanding PC, hanya sedikit pengguna yang memakai komputer Mac. Karena itu Mac masih relatif lebih aman dibanding Windows yang banyak dipakai orang. PC Windows seringkali menjadi korban hacking dan mutlak membutuhkan anti-virus.

Meski begitu, perlu dicatat bahwa komputer Mac pun tak kebal terhadap ancaman cyber, seperti yang dibuktikan oleh beberapa malware Mac yang muncul belakangan ini, misalnya “LuckyCat”. Apple pun telah mencabut slogan “bebas virus” untuk komputer Mac.

7. Pilihan hardware PC lebih banyak
pcs-have-a-larger-variety-of-hardware-to-choose-from  
(Gambar: Business Insider)

Dengan banyaknya produsen perangkat keras PC, pengguna Windows pun memiliki banyak pilihan komponen yang bisa dipilih dalam merakit ataupun meng-upgrade PC. 

Sebaliknya, komponen Mac hanya dibuat oleh Apple sehingga membatasi pilihan pengguna platform ini. 

8. Ingin jalan tengah? Gabungkan saja keduanya
want-the-best-of-both-worlds-macs-can-run-windows  
(Gambar: Business Insider)

Komputer Mac bisa menjalankan sistem operasi Windows baik melalui virtual machine ataupun secara langsung dari dalam sistem. Setiap Mac memiliki program Boot Camp yang memungkinkan pengguna memasang Windows pada komputer Mac. 

Jika diinginkan, pengguna bahkan bisa membagi ruang hard disk yang diperuntukkan bagi Windows dan Mac OS X apabila kedua sistem operasi tersebut terpasang di komputer.

Tersedia pula pilihan untuk membangun sistem “hackintosh”, yaitu komputer PC tradisional yang menjalankan sistem operasi Mac OS.

 

dikutip dari http://tekno.kompas.com/

Kisah Apple dan Sang Pendiri, Steve Jobs

Steve Jobs Muda. Berpikirlah secara berbeda.

Seratus jurus sukses bisa menjadi inspirasi bagi pembaca, bahwa sukses besar bisa terjadi pada siapa saja dan dengan cara apa saja. Yang penting adalah ketekunan dan keberanian dalam menghadapi risiko.
Anda pasti mengenal produk Mac, iPod, dan yang terakhir iPhone. Ketiga produk itu adalah brand yang sangat terkenal dari perusahaan Apple Inc. Bahkan, Apple saat ini dianggap sebagai salah satu perusahaan paling berpengaruh dalam perkembangan teknologi dunia. Lantas, apa sebenarnya kunci sukses dari Apple dalam menciptakan inovasi teknologi tersebut?

Adalah sosok Steve Jobs, sang pendiri Apple lah yang memiliki visi jauh ke depan sehingga membuat Apple menjadi perusahaan yang sangat disegani hingga kini. Namun, jika menengok kisah Steve, kita sebenarnya bisa melihat betapa ia adalah sosok pengagum kesederhanaan dan keindahan. Inilah dua kunci dasar – selain visinya ke depan – yang membuat Apple berhasil mematahkan dominasi Microsoftnya Bill Gates.
Bagi Anda yang sudah akrab dengan beberapa produk Apple, pasti segera tahu betapa produk Apple sangat sederhana dan user friendly. Namun, meski sederhana, bentuknya sangat elegan. Inilah yang membuat Apple selalu punya penggemar fanatik. Tentu, hal ini tak bisa lepas dari sentuhan tangan dingin sang pendiri, Steve Jobs.

Steve Jobs lahir pada 24 Februari 1955 dari seorang ibu berkebangsaan Amerika, Joanne Carole Schieble, dan ayah berkebangsaan Syria, Abdulfattah “John” Jandali. Namun, saat dilahirkan, ia segera diadopsi oleh pasangan Paul dan Clara Jobs. Sejak kecil, Jobs sudah menunjukkan ketertarikannya pada peranti elektronik. Bahkan, dia pernah menelepon William Hewlett – presiden Hewlett Packard – untuk meminta beberapa komponen elektronik untuk tugas sekolah. Hal itu justru membuatnya ditawari bekerja sambilan selama libur musim panas. Di Hewlett-Packard Company inilah ia bertemu dengan Steve Wozniak, yang jadi partnernya mendirikan Apple.

IQ-nya yang tinggi membuat Steve ikut kelas percepatan. Tapi, ia sering diskors gara-gara tingkahnya yang nakal – meledakkan mercon hingga melepas ular di kelas. Di usianya yang ke-17, ia kuliah di Reed College, Portland, Oregon. Namun, ia drop out setelah satu semester. Meski begitu, ia tetap mengikuti kelas kaligrafi di universitas tersebut. Hal itulah yang membuatnya sangat mencintai keindahan.

Tahun 1974 ia kembali ke California. Ia bekerja di perusahaan game Atari bersama Steve Wozniak. Suatu ketika, Steve Jobs tertarik pada komputer desain Wozniak. Ia pun membujuk Wozniak untuk mendirikan perusahaan komputer. Dan, sejak itulah, tepatnya 1 April 1976, di usinya yang ke-21, Steve mendirikan Apple Computer. Singkat cerita, kisah sukses segera menjadi bagian hidupnya bersama Apple.

Namun, saat perusahaan itu berkembang, dewan direksi Apple justru memecat Steve karena dianggap terlalu ambisius. Sebuah pemecatan dari perusahaan yang didirikannya sendiri. Meski sempat merasa down, karena kecintaannya pada teknologi, ia pun segera bangkit. Steve mendirikan NeXT Computer. Tak lama, ia pun membeli perusahaan film animasi Pixar. Dari kedua perusahaan itulah namanya kembali berkibar. Hal ini bertolak belakang dengan apa yang terjadi pada Apple. Perusahaan itu justru di ambang kebangkrutan.

Saat itulah, Steve kembali ke Apple, hasil dari akuisisi Apple terhadap NeXT. Banyak orang yang meramalkan Steve tak kan lagi mampu mengangkat Apple. Steve menanggapinya dengan dingin. “Saya yakin bahwa satu hal yang bisa membuat saya bertahan adalah bahwa saya mencintai apa yang saya lakukan. Kita harus mencari apa yang sebenarnya kita cintai. Dan adalah benar bahwa pekerjaan kita adalah kekasih kita. Pekerjaan kita akan mengisi sebagian besar hidup kita. Dan satu-satunya jalan untuk bisa mencapai kepuasan sejati adalah melakukan apa yang kita yakini,” sebut Steve.

Kecintaan inilah yang mengantarkan Steve kembali mengorbitkan Apple ke jajaran elit produsen alat teknologi papan atas. iPod dan iPhone saat ini menjadi produk yang sangat laris di pasaran. Visinya ke depan juga membuat iTunes, sukses jadi toko musik digital paling sukses di dunia. Ia menjawab keraguan orang dengan kerja nyata dan hasil gemilang. Bentuk indah, elegan, sederhana, namun powerful, menjadi ciri khas produk Apple hingga saat ini.

Kecintaan kita pada apa yang kita lakukan akan menjadi jalan kita menuju kesuksesan. Hal itulah yang dibuktikan oleh sosok Steve Jobs. Bahkan, meski ia sempat terpuruk dan “diusir” dari perusahaannya sendiri, kecintaannya pada teknologi membuatnya kembali. Inilah bukti nyata bahwa jika kita mencintai pekerjaan kita dengan sepenuh hati, hasil yang dicapai pun akan jauh lebih maksimal.

dikutip dari : http://www.pengusahasukses.com/

Top Six Things You Should Never Do with Your Mac

Here’s how to treat your Mac with care — especially if it’s loaded with Mac OS X Lion. Never do these six things with your Mac, MacBook, or MacBook Pro:

  • Never clean your monitor with Windex (or another product not designed to be used on a video display). And nix the paper towels and tissues, too. Use a soft cloth (microfiber is best) if you want to avoid scratching the display.
  • Never pay attention to anyone who says that PCs are just like the Mac. Yeah, right. And Kia is the Asian cousin of BMW.
  • Never bump, drop, shake, wobble, dribble, drop-kick, or play catch with a hard drive while it’s running Lion. Don’t forget: Your desktop Mac has a hard drive inside it, too.
  • Never shut off your Mac by pulling the plug. Always use the Shut Down command from the Apple menu in Lion (or press the Power button and then click the Shut Down button).

    If you’re using a laptop, you can usually get away with pulling the plug while it’s running. The only caveat is that if your battery is totally depleted, damaged, or missing entirely, you could suffer directory damage or data loss by pulling the plug. Just use the Shut Down command and you’ll sleep well.

  • Never get up from your Mac without saving your work. Just before your behind leaves the chair, your fingers should be pressing Command+S (which is the keyboard shortcut in Mac OS X Lion that saves your work). Make it a habit.
  • Never keep only one copy of your important documents. Make at least two backup copies and keep one of them in another location. Period.

     

    from : http://www.dummies.com/

The History of Google: From Garage-based Business to #1 Search Engine

Google, the leading search engine worldwide, was founded in 1998 by Stanford University graduate students Larry Page and Sergei Brin.

While at Stanford in 1996, Page and Brin began developing a search engine they eventually entitled BackRub. This search engine was designed to look at the connecting links between web pages in order to determine a site’s authority. In 1998, Page and Brin set up their first data center in Page’s dorm.

With the encouragement of fellow Stanford alum David Filo, who started Yahoo a few years earlier, Page and Brin decided to start a company and started looking for investors to back them. Andy Bechtolsheim, one of the founders of Sun Microsystems, invested $100,000 in the company after receiving a demo of their search technology. Eventually the pair raised over $1M.

Google, Inc. was established on September 7, 1998 in a friend’s garage in Menlo Park, California. Page and Brin hired their first employee, Craig Silverstein, who was later to become Google’s Director of Technology.

In their humble beginnings, Google served over 10,000 queries a day and quickly gained a reputation as a trustworthy source of information. By 1999, it was serving 500,000 queries a day and the company moved from the unassuming four walls of a garage to the now mega Googleplex headquarters in Mountain View, California.

Google achieved praise and publicity as news spread rapidly through online and offline media as well as their receipt of numerous awards and recommendations. Their audience continued to grow along with their reputation for effectiveness, relevance, speed and reliability.

In 2000, Google replaced Yahoo’s own internal search engine as the provider of supplementary search results on Yahoo. Now, with more than 50% share of the total search market, Google provides search results for numerous search engines on the web.

Google has become all-important to both search engines and search engine optimization specialists alike. The other search engines have a tendency to mimic any algorithmic changes made by Google. Likewise, search engine optimization specialists continually study the changes as well in order to provide their clients with the best search engine rankings.

Google is the one to watch.

 

from : http://www.submittoday.com/

Sejarah dan Perkembangan Tablet PC

Sekarang ini siapa yang tidak kenal Tablet PC, gadget terbaru ini memang sedang trend di kalangan gadget freak dan bahkan masyarakat umum. Tablet PC adalah laptop atau komputer portable berbentuk buku. Memiliki layar sentuh atau teknologi tablet digital yang memungkinkan pengguna komputer mempergunakan stylus atau pulpen digital selain keyboard ataupun mouse komputer. Istilah ini dipopulerkan oleh Microsoft pada tahun 2001, tetapi PC tablet sekarang mengacu pada setiap komputer pribadi yang berukuran tablet, pun jika tidak menggunakan Windows melainkan sistem operasi PC yang lain. Tablet dapat menggunakan papan ketik virtual dan pengenalan tulisan tangan untuk input teks melalui layar sentuh.

Ide dari komputer tablet bukanlah hal baru. Sejarah tablet dimulai pada tahun 1968, seorang ilmuwan komputer bernama Alan Kay mengemukakan bahwa dengan kemajuan flat-panel dalam teknologi layar, user interface, miniaturisasi komponen komputer dan beberapa pekerjaan eksperimental dalam teknologi WiFi. Alan Kay bukanlah satu – satunya karena sebelumnya telah banyak nama – nama besar yang memiliki andil dalam proses penemuan serta penyempurnaannya hingga saat ini. Sejarah tablet selanjutnya, pada tahun 1972, ia menerbitkan sebuah makalah tentang perangkat dan menyebutnya sebagai “Dynabook”. Sketsa dari Dynabook menunjukkan perangkat yang sangat mirip dengan komputer tablet yang kita miliki saat ini, dengan beberapa pengecualian. Pada Dynabook, baik layar dan* keyboard* semua pada pesawat yang sama. Tapi visi Kay bahkan melangkah lebih jauh. Dia memperkirakan bahwa dengan teknologi layar sentuh yang tepat, Anda bisa menampilkan keyboard virtual, dalam konfigurasi pada layar itu sendiri.

Kay terdepan pada waktu itu. Sejarah tablet membuktikan bahwa membutuhkan waktu hampir empat dekade sebelum tablet mirip dengan apa yang dia bayangkan mengambil hati publik. Tapi itu bukan berarti tidak ada komputer tablet di pasar selama 4 dekade tersebut selain konsep Dynabook dan iPad Apple yang terkenal. Tablet yang pertama muncul di pasar adalah GRiDPad. Pertama kali diproduksi pada tahun 1989, GRiDPad termasuk layar sentuh kapasitansi monokromatik dan stylus kabel. Beratnya hanya di bawah 2,26 kilogram. Dibandingkan dengan tablet hari ini, GRiDPad itu besar dan berat, dengan baterai pendek yang hanya bertahan tiga jam. Dan orang di balik GRiDPad itu adalah Jeff Hawkins, yang kemudian mendirikan Palm. Kemudian terdapat pula komputer tablet lain berbasis pena namun ia tidak menerima banyak dukungan dari masyarakat.

Apple lah yang pertama memasuki medan tablet dengan Newton, sebuah perangkat yang menerima jumlah kecintaan dan ejekan selama bertahun-tahun. Sebagian besar kritik untuk Newton berfokus pada pengenalan tulisan tangan perangkat lunaknya. Hingga akhirnya puncak sejarah tablet dimulai ketika Steve Jobs mengungkapkan iPad pertama ke pasar, dan meyakinkan pasar bahwa komputer tablet dapat menjadi produk konsumen yang layak. Saat ini, perusahaan seperti Apple, Google, Microsoft dan HP berusaha untuk memprediksi kebutuhan konsumen, sementara merancang generasi berikutnya dari perangkat tablet. Penemuan tablet pc merupakan penyempurnaan dan pengembangan dari teknologi komputer yang sudah ada. Maka tidak pernah disebut secara khusus siapa yang menemukannya.

 

dikutip dari http://tseljatengdiy.com/

Verizon iPhone 5 won’t ever be locked, most likely due to FCC agreements

Originally posted on 9to5Mac:

Verizon is not going to re-lock the iPhone 5, according to a report today from the AP:

NEW YORK (AP) — Verizon Wireless said Monday that it won’t prevent its version of the iPhone 5 from being used on AT&T’s network. The Verizon version of the iPhone 5, which went on sale Friday, came with an unexpected feature: it works on the network of AT&T and many other phone companies [including T-Mobile], as well as on Verizon’s. It’s the first time Verizon, the country’s largest cellphone company, has sold a phone that works on competing U.S. networks with no complicated hacking, or “unlocking,” procedures.

But, does Big Red even have that option? Verizon tends to do everything possible to lock customers in, and allowing AT&T customers to use the handset is totally against everything it stands for. A Howard Forums poster notes that when Verizon purchased its 700MHz spectrum a few years ago, which…

View original 303 more words